Rabu, 05 Juli 2017

Isi Utama Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik UU No 11 Tahun 2008

ISI UTAMA UNDANG UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK UU NO 11 TAHUN 2008


     Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.
Secara umum, materi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu pengaturan mengenai informasi dan transaksi elektronik dan pengaturan mengenai perbuatan yang dilarang. Pengaturan mengenai informasi dan transaksi elektronik mengacu pada beberapa instrumen internasional, seperti UNCITRAL Model Law on eCommerce dan UNCITRAL Model Law on eSignature. Bagian ini dimaksudkan untuk mengakomodir kebutuhan para pelaku bisnis di internet dan masyarakat umumnya guna mendapatkan kepastian hukum dalam melakukan transaksi elektronik. Beberapa materi y ng diatur, antara lain :
  1. Pengakuan informasi/dokumen elektronik sebagai alat bukti hukum yang sah (Pasal 5 & Pasal 6 UU ITE).
  2. Tanda tangan elektronik (Pasal 11 & Pasal 12 UU ITE).
  3. Penyelenggaraan sertifikasi elektronik (certification authority, Pasal 13 & Pasal 14 UU ITE).
  4. Penyelenggaraan sistem elektronik (Pasal 15 & Pasal 16 UU ITE) Beberapa materi perbuatan yang dilarang (cybercrimes) yang diatur dalam UU ITE  antara lain 5konten ilegal, yang terdiri dari, antara lain: kesusilaan, perjudian, penghinaan/pencemaran nama baik, pengancaman dan pemerasan (Pasal 27, Pasal 28, dan Pasal 29 UU ITE)
·  Akses ilegal (Pasal 30).
·  Intersepsi ilegal (Pasal 31)
·  Gangguan terhadap data (data interference, Pasal 32 UU ITE)
·  Gangguan terhadap sistem (system interference, Pasal 33 UU ITE)
·  Penyalahgunaan alat dan perangkat (misuse of device, Pasal 34 UU ITE).

Maksud dan tujuan isi UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Kemajuan teknologi ini tentunya mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya antara lain mudahnya memperoleh informasi kapan pun dan dimana pun, meningkatkan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan sebagai media yang memungkinkan siapapun untuk berpartisipasi di dalamnya untuk keperluan apa pun dan lain-lain.

Sedangkan dampak negatifnya yaitu membuka ruang terjadinya perdagangan gelap, penipuan dan pemalsuan, dapat merusak moral bangsa melalui situs-situs tertentu, menurunkan rasa nasionalisme, penyalahgunaan yang tidak memandang nilai-nilai agama dan sosial budaya dapat menimbulkan perpecahan dan sebagainya.
Oleh karena itu pemerintah membuat UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.

Contoh kasus :

Dibeberapa taun ini banyak kasus yang terjerat oleh UU No. 11 tahun 2008 tentang UU ITE yang dialami oleh beberapa artis indonesia. Banyak kasus public figure yang di edit wajahnya dengan badan yang tidak semstinya. Sebagai publik figur, pasti akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Ini merupakan tindak kejahatan yang melanggar undang undang (kasus yang telah terjerat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, Pasal 27 ayat 3 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)





NAMA DAN RODUK UTAMA MULTI LEVEL YANG SAYA KENAL

1.      SOPHIE MARTIN
Sophie Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin Indonesia, merupakan anak perusahaan berkonsep Multi Level Marketing (MLM) yang beroperasi di Indonesia sejak 1994. Telah berpengalaman lebih dari 13 tahun Sophie Martin dan masih berdiri sampai saat ini di Indoneisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Sophie Martin berkembang menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia. Tingkatan member hanya ada dua pilihan yaitu presiden dan franchise. Kalau di tingkat franchise, kita harus punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri. dan produk yang kita pajang di etalase toko nantinya berasal dari produk milik perusahaan.
Produknya lumayan bagus-bagus dan banyak peminatnya jadi tinggal pintar- pintar kita dalam menjual saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30% untuk pembelian sendiri, bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic.
Produk utama dari Sophie Martin adalah Pakaian yang fashionable, sepatu,sandal, tas, dompet, jam tangan, kosmetik, dll.

SOPHIE
SMS Center: 085 325 209 090
Yahoo Messenger: sophiemartinesia
Email: sophiemartinesia@gmail.com

2.    ORIFLAME
Oriflame Tidak Sepenuhnya menerapkan sistem MLM. Mereka menggabungkan sistem direct selling dan MLM yang di gabungkan menjadi satu. Namun secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan diatas ini. Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu merekrut orang untuk bergabung jadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah kita masuk ke jualan untuk memenuhi tutup poin. Dan kita sendiri juga bisa ikut nimbrung tutup poin.
Mudahnya anda akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum, deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah anda tiap akhir bulan akan berubah produk Oriflame semua. Mudah kan? Anda tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame.
Setelah kita sukses mengajak orang lain agar ikut jaringan kita barulah kita ajarkan bagaimana caranya berjualan agar kita bisa mendapatkan keuntungan lebih dari member - member kita. Semakin banyak member yang bisa kita rekrut maka semakin besar peuang kita mendapatkan komisi atau penghasilan.
Produk utama dari Oriflame adalah kosmetik, parfum pria dan wanita, sabun, shampoo, dll.
  
ORIFLAME
Menara Standard Chartered
lantai 2 Podium unit 1-4
Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164, Jakarta 12930
Telp : (021) 2553 2244 (Hunting)
Fax: (021) 2553 2345

3.      TUPPERWARE
Earl Silas Tupper  adalah sang pendiri Perusahaan Tupperware pada tahun 1907- 1983, dimana perusahaan menjual berbagai produk-produk rumah tangga. Bagi anda yang sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik. biasanya berbagai tempat makanan dan minuman, dan sebagainya.
Tupperware Indonesia sendiri mengaku tidak sepenuhnya menerapkan sistem MLM. Namun Lebih ke bisnis berjenjang karir. Yaitu tiap-tiap member memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita bisa jadi manager, executive manager, group manager, atau distributor.
Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang tersebut, anda diwajibkan menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan. Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan dan semacamnya seperti yang lain.
      Produk utama dari Tupperware adalah produk rumah tangga seperti kotak makanan, botol minuman, dll.

TUPPERWARE INDONESIA
Graha Irama, Lantai 2, Suite 16 E – H
Jl. H.R. Rasuna Said blok X-1 Kav. 1-2
Jakarta 12950.
PHONE: (62-21) 526 1461
FAX: (62-21) 526 1458 – 59
Email: Customer@TUPPERWARE.com



MULTI LEVEL YANG BERKEMBANG DI INDONESIA SEJAK 15 TAHUN YANG LALU HINGGA KINI


MULTI LEVEL YANG TELAH BERKEMBANG DI INDONESIA SEJAK 15 TAHUN YANG LALU HINGGA KINI

1. SOPHIE MARTIN
Sophie Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin Indonesia, merupakan anak perusahaan berkonsep Multi Level Marketing (MLM) yang beroperasi di Indonesia sejak 1994. Telah berpengalaman lebih dari 13 tahun Sophie Martin dan masaih berdiri sampai saat ini di Indoneisa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Sophie Martin berkembang menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia. Tingkatan member hanya ada dua pilihan yaitu presiden dan franchise. Kalau di tingkat franchise, kita harus punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri. dan produk yang kita pajang di etalase toko nantinya berasal dari produk milik perusahaan.
Produknya lumayan bagus-bagus dan banyak peminatnya jadi tinggal pintar- pintar kita dalam menjual saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30% untuk pembelian sendiri, bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic.
SOPHIE
SMS Center: 085 325 209 090
Yahoo Messenger: sophiemartinesia
Email: sophiemartinesia@gmail.com

2. ORIFLAME
Oriflame Tidak Sepenuhnya menerapkan sistem MLM. Mereka menggabungkan sistem direct selling dan MLM yang di gabungkan menjadi satu. Namun secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan diatas ini. Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu merekrut orang untuk bergabung jadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah kita masuk ke jualan untuk memenuhi tutup poin. Dan kita sendiri juga bisa ikut nimbrung tutup poin.
Mudahnya anda akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum, deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah anda tiap akhir bulan akan berubah produk Oriflame semua. Mudah kan? Anda tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame.
Setelah kita sukses mengajak orang lain agar ikut jaringan kita barulah kita ajarkan bagaimana caranya berjualan agar kita bisa mendapatkan keuntungan lebih dari member - member kita. Semakin banyak member yang bisa kita rekrut maka semakin besar peuang kita mendapatkan komisi atau penghasilan.
ORIFLAME
Menara Standard Chartered
lantai 2 Podium unit 1-4
Jl. Prof. Dr. Satrio No. 164, Jakarta 12930
Telp : (021) 2553 2244 (Hunting)
Fax: (021) 2553 2345


3. TUPPERWARE
Earl Silas Tupper  adalah sang pendiri Perusahaan Tupperware pada tahun 1907- 1983, dimana perusahaan menjual berbagai produk-produk rumah tangga. Bagi anda yang sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik. biasanya berbagai tempat makanan dan minuman, dan sebagainya.
Tupperware Indonesia sendiri mengaku tidak sepenuhnya menerapkan sistem MLM. Namun Lebih ke bisnis berjenjang karir. Yaitu tiap-tiap member memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita bisa jadi manager, executive manager, group manager, atau distributor.
Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang tersebut, anda diwajibkan menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan. Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan dan semacamnya seperti yang lain.
TUPPERWARE INDONESIA
Graha Irama, Lantai 2, Suite 16 E – H
Jl. H.R. Rasuna Said blok X-1 Kav. 1-2
Jakarta 12950.
PHONE: (62-21) 526 1461
FAX: (62-21) 526 1458 – 59
Email: Customer@TUPPERWARE.com


4. CNI
Perusahaan MLM satu ini mendapatkan perhatian khusus hingga tahun 2000 -an. Perusahaan ini, katanya, merupakan hasil buah karya orang asli Indonesia. Sukses di negara sendiri, CNI menjadikan dirinya salah satu perusahaan tertua. Perusahaan nyata- nyata dilahirkan di Bandung di 1986. Sebelumnya menggunakan nama PT. Sanchlorellatama dan produk pertama dijual adalah sun chlorella.
Sejalan dengan perkembangan, produk dijual bertambah dan pada tahun 1992 berubah menjadi CNI (PT. Citranusa Insan Cemerlang). Beberapa majalah, koran dan tabloid telah banyak menceritakan asal mula perusahaan MLM dibangun oleh keluarga Ginawan Tjondro dan Abrian Natan ini. Ulasan lengkap terakhir tentang CNI dapat dilihat di majalah ManPower edisi Desember2007 serta dari majalah SWA edisi Desember2007.
Sistemnya: wajib belanja atau tutup point, renewel dimana dibayar terus tiap tahun, Center/PO banyak. Target penjualan dari perusahaan MLM perbulan mencapai 250 ribu, 500 ribu, hingga sampai 1 juta (resmi perusahaan) malah ada lebih tinggi lagi bila ngikutin program leader. Pernah mendapatkan kritik karena ikut nimbrung di iklan televisi bahkan jual asuransi "kolor" segala.
Perusahaan satu ini masih solid mungkin sampai selanjutnya karena member banyak dan ada uang tiap tahun. Beberapa sukses mencapai gelar diamond. Ada leader diamond sukses dapat kredit motor, namun jikalau target tidak terpenuhi bayar sendiri- sendiri. Produk: dari celana, produk kesehatan ( berbagai suplemen dan vitamin), kebutuhan rumah tangga. Masih solid namun tak lagi terdengar keras dengungnya di masyarakat Indonesia, karena banyak siangan.


5. Amway
Perusahaan yang pernah masuk masa jayanya di Indonesia pada 1993- 1995. Amway didirikan oleh Jay Van Andel dan juga Richard DeVos, bermarkas di Ada, Michigan. Produk dijualnya meliputi produk pembersih rumah, produk kecantikan dan kesehatan, nutrisi, bahkan produk pengolahan air sehat. Produk terakhir disebutnya eSpring, dikenalkan di 2000, fokus pada water treatment menggunakan sistem ultraviolet, menarik.
Ada uang pendaftaran bagi pendaftar masuk dan ditambah renewel dimana harus dibayar anggota tiap tahun. Jangan salah bisnis ini terbukti manjur ( dan masih eksisi di negara asal) bahkan ada orang sukses diamond. Yang menarik kita disuguhi produk- produk benar berkualitas. Namun, produk akan selalu mengikuti harga dollar, jadi kita siap merogoh kocek dalam- dalam.
Apa masih aktif?
Iseng- iseng cari tau di internet, ternyata masih aktif. Diambil dari www.amway2u.com, kita akan disuguhi produk pilihan mereka mejeng di depan komputer. Bagi kami paling menarik yaitu produk disebut Artistry (trademark) khusus milik Amway. Produk kecantikan katanya perusahaan kembangkan khusus bagi kita. Berminat? Kunjungi websitenya segera, dan jangan lupa klik link nya. Sebagai tambahan, perusahaan MLM satu ini mensyaratkan wajib belanja atau tutup point.


6. Melia Sehat Sejahtera (MSS)
PT Melia Sehat Sejahtera adalah perusaan yang berasal dari Indonesia yang mana mereka mempunyai 2 produk kesehatan yaitu melia biyang dan meli propolis yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Perusahan ini memasarkan kedua produknya dengan sistem MLM ( Multi Level Marketing ) dengan sistem penjualan langsung melalui member dan distributor langsung.
      Perusahaan ini telah berdiri sejak 2003, dimana nama perusahannya pada waktu itu adalah Melia Nature Indonesia, dan sampai sekarang masih bertahan dan eksis sebagai perusahaan MLM terkemuka di Indonesia  dibandingkan dengan perusahaan MLM yang lain yang hanya bertahan sekitar 2-3 tahun saja. Bertahannya perusahaan ini sampai sekarang dikarenakan kedua produknya yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Perusahaan PT Melia Sehat Sejahtera dibangun oleh seorang top leader yang bernama Bpk Ir Syukur Nababan, Beliau lah yang pertama kali dalam merintis dan membangun perusahaan ini besar sampai sekarang. Perusahaan ini juga telah mendapat legalitas dari pemerintah dengan mendapat ijin resmi dengan nomor SIUPL ( Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung ) 8/1/SIUPLS/PMDN/2012.

     Selain perusahaannya yang sudah jelas surat ijinnya dari  SIUPL,  kedua produknya pun melia biyang dan melia propolis tidak kalah dengan sudah terdaftar di BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) dan pembuatannya sudah berstandart GMP ( Good Manufacturing Product ) oleh Herbal Science. Dengan begitu kedua produk tersebut aman untuk dikonsumsi dan tanpa efek samping.
Melia Propolis No.BPOM : POM TI 124 646 701
Melia Biyang No.BPOM : POM SI 124 603 441
Pada tanggal 25 September 2012, adalah Hari yg Bersejarah, karena telah Lahir PT. Melia Sehat Sejahtera yg menggantikan nama PT Melia Nature Indonesia, dengan Wajah Baru, Karakter Baru, dan Harapan Baru, Menjadi Lebih dan Lebih baik lagi, menuju Masyarakat Sehat dan Sejahtera,..PT. Melia Sehat Sejahtera adalah Soko Guru Perekonomian Bangsa.






Definisi perilaku konsumen , riset pasar , dan CRM


DEFINISI PERILAKU KONSUMEN , RISET PASAR DAN CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT)


1.PERILAKU KONSUMEN
a.Definisi Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Konsumen dapat merupakan seorang individu ataupun organisasi, mereka memiliki peran yang berbeda dalam perilaku konsumsi, mereka mungkin berperan sebagai initiator, influencer, buyer, payer atau user.
Dalam upaya untuk lebih memahami konsumennya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.Perilaku konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing.

b.Peran Perilaku Konsumen
1.Initiator, adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu
2.Influencer, adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak
3.Decider, adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana membelinya
4.Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhny
5.User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.

c.Teori Perilaku Konsumen
1.Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain
2.Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung
3.Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.

d.Ciri-Ciri Perilaku Konsumen yang Bersifat Rasional
1.Konsumen memilih barang berdasarkan kebutuhan
2.Barang yang dipilih konsumen memberikan kegunaan optimal bagi konsumen
3.Konsumen memilih barang yang mutunya terjamin
4,Konsumen memilih barang yang harganya sesuai dengan kemampuan konsumen

e.Ciri-Ciri Perilaku Konsumen yang Bersifat Irrasional
1.Konsumen sangat cepat tertarik dengan iklan dan promosi di media cetak maupun elektronik
2.Konsumen memiliki barang-barang bermerk atau branded yang sudah dikenal luas
3.Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan gengsi atau prestise

f.Manfaat Perilaku Konsumen
Dalam pasar yang semakin intensif tingkat persaingannya, tuntutan konsumen yang semakin tinggi dan sangat ingin diperlakukan secara khusus, pemahaman akan konsumen begitu tinggi. Untuk itu sangatlah dibutuhkan pengetahuan tentang perilaku konsumen demi memuaskan konsumen dan memenangkan persaingan.Pemahaman terhadap perilaku konsumen sangat bermanfaat untuk kepentingan penyusunan strategi dan bauran pemasaran. Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku penggunaan, pemasar dapat melakukan segmentasi berdasarkan variabel tersebut. Berdasarkan sikap konsumen, pemasar dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan secara tepat.

Kesimpulan
Mempelajari perilaku konsumen bagi perusahaan adalah memungkinkan perusahaan memahami dengan tepat kebutuhan dan keinginan pelanggannya sehingga dapat membantunya untuk memuaskan pelanggan, menerapkan konsep pemasaran dan memperluas legitimasi ke masyarakat.

2.RISET PASAR
Riset pasar adalah sesuatu yang sangat penting dalam bisnis sebab dengan riset pasar akan diketahui apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnis. Dengan diketahuinya apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnis. Dengan diketahuinya apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan juga pesaing yang ada dapat membuat produk ataupun jasa yang seseuai dengan pasar dan dapat membuat produk atau jasa dapat bersaing di pasaran. Dengan riset pasar dapat diketahui pula siapa saja yang membutuhkan produk atau jasa yang ditawarkan,dimana produk atau jasa tersebut dibutuhkan, dan kualitas produk seperti apa yang dibutuhkan para konsumen. Dan dapat juga diketahui seberapa besar permintaan dan potensi permintaan, kapan permintaan tersebut memuncak dan kapan permintaan tersebut menurun dari konsumen. Sehingga akan mempermudah saat merencanakan strategi bisnis dan dapat menghasilkan keuntungan yang besar atau optimal. Bisa dibilang riset pasar adalah otak dalam berbisnis, sebab inilah yang menentukan kemana langkah strategi dalam berbisnis.

Jenis-Jenis Riset Pasar :
      Dari hasil riset pasar tersebut kamu dapat menggunakannya untuk menciptakan sebuah usaha dan juga rencana pemasaran atau kesuksesan rencana bisnis yang telah disusun. Perlu diketahui terdapat jenis-jenis riset pasar, diantaranya sebagai berikut :
-Riset Primer : Adalah riset yang bertujuan mengumpulkan informasi atau data yang berasal dari analisis penjualan terkini dan efektivitas yang sedang dipraktekkan sekarang. Riset ini memberikan informasi mengenai pesaing kamu.
Cara dalam melakukan riset ini :
a.    Dengan interview atau wawancara baik langsung (bertatap muka) atau tidak langsung (melalui telepon).
b.    Dengan survey
c.    Kuesioner (online/surat)
d.    Diskusi kelompok untuk mengumpulkan sampel konsumen atau pelanggan potensial dan mendapatkan umpan balik dari mereka.
- Riset Sekunder : Adalah riset yang bertujuan untuk menganalisis data yang sudah diterbitkan, dengan data sekunder kamu dapat menemukan pesaing, membangun tolak ukur lalu mengidentifikasi segmen sasaran.
            Mengumpulkan Data . Dalam mengoprasikan suatu bisnis tanpa melakukan penelitian justru bisa meberikan banyak keuntungan bagi pesaing bisnis kita. Terdapat dua macamm kategori pengumpulan data :
-Kuantitatif adalah kategori pengumpulan data yang menggunakan analisis matemmatis dan membutuhkan ukuran sampel yang besar. Hasilnya yaitu memerangkan perbedaan yang signifikan yang terlihat dalam statistik, biasanya  data ini digunakan untuk membantu dalam penyempurnaan produk atau jasa.
-Metode Kualitatif adalah kategori pengumpulan data yang dapat membantu mengembangkan dan menyempurnakan metode kuantitatif. Data ini dapat membantu pemilik bisnis baru atau bisnis kecil untuk menemukan permasalahan yang dihadapinya, metode ini sering menggunakan teknik wawancara untuk mempelajari mengenai pendapat, prisip maupun kepercayaan para pelanggan.

Metode yang sering digunakan dalam Riset Pasar
Dalam membuat riset pasar, umumnya ada tiga metode yang menjadi pilihan banyak pelaku usaha bisnis. Berikut ini adalah metode-metode tersebut :
1.    Kuesioner : Dengan cara memberikan daftar pertanyaan mengenai data yang kamu perlukan untuk usaha kamu sendiri, kamu perlu menyiapkan responden yang berasal dari konsumen atau pelanggan potensial yang akan menjawab kuesioner. Biasanya agar para responden brtanggung jawab penuh dengan jawaban dalam kuesioner sebaiknya kamu memberikan imbalan yang sepadan, misalnya seperti souvenir dengan sejumlah uang.
2.    Riset Group : Cara ini membentuk sekelompok orang dari populasi utama pasar potensial kamu. Tugas mereka yaitu menyampaikan apa yang mereka perlukan, merasakan produk atau jasa kamu dan memberikan pendapat mengenai produk atau jasa yang mereka rasakan tadi. Mereka dapat dimintai pendapat mengenai soal apa yang perlu diperbaiki mengenai produk atau jasa anda. Dan tentunya kamu perlu menyediakan kompensasi seputar jasa dari group ini.
3.    Survey : Cara ini adalah cara yang paling popular. Disini kamu membuat survey dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang sederhana dan simple mengenai produk atau jasa yang akan kamu riset. Survey umumnya bersifat acak dan sering kali secara sukarela. Jadi jangan sampai pertanyaannya menyita dan menganggu. Tetapi belakangan ini istilah survey juga dapat merupakan nama lain dari kuesioner.

3.CRM (CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT)
Customer Relationship Management adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi. CRM melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini, termasuk di dalamnya adalah pusat panggilan (call center), tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan (field service). untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan (behavior) pelanggan. CRM bertujuan untuk menyediakan umpan balik yang lebih efektif dan integrasi yang lebih baik dengan pengendalian return on investment (ROI) di area ini. CRM mencakup metoda dan teknologi yang digunakan perusahaan untuk mengelola hubungan mereka dengan pelanggan. Informasi yang disimpan untuk setiap pelanggan dan calon pelanggan dianalisa dan digunakan untuk tujuan ini. Proses otomasi dalam CRM digunakan untuk menghasilkan personalisasi pemasaran otomatis berdasarkan informasi pelanggan yang tersimpan di dalam sistem. Customer relationship management adalah strategi tingkat korporasi, yang berfokus pada pembangunan dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan. Beberapa paket perangkat lunak telah tersedia dengan pendekatan yang berbeda-beda terhadap CRM. Bagaimanapun, CRM bukanlah teknologi itu sendiri, tapi ia adalah pendekatan holistik terhadap falsafah organisasi, yang menekankan hubungan yang erat dengan pelanggan. CRM mengurus filosofi organisasi pada semua tingkatan, termasuk kebijakan dan proses, customer service, pelatihan pegawai, pemasaran, dana manajemen sistem dan informasi. Sistem CRM mengintegrasikan pemasaran, penjualan, dan customer service dari ujung ke ujung. Sistem CRM harus bisa menjalankan fungsi:
-Mengidentifikasi faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
-Mengusung falsafah customer-oriented (customer centric)
-Mengadopsi pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan
-Membangun proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan
-Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna
-Menangani keluhan/komplain pelanggan
-Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
-Membuat informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan



Perkembangan e-retail di Indonesia

Perkembangan e-retail di Indonesia
Bisnis Ritel secara umum adalah kegiatan usaha menjual aneka barang atau jasa untuk konsumsi langsung atau tidak langsung. Dalam matarantai perdagangan bisnis ritel merupakan bagian terakhir dari proses distribusi suatu barang atau jasa dan bersentuhan langsung dengan konsumen. Secara umum peritel tidak membuat barang dan tidak menjual ke pengecer lain.

Akan tetapi dalam praktik bisnis ritel modern saat ini tidak tertutup kemungkinan, banyak pengecer kecil membeli barang di gerai peritel besar, mengingat perbedaan harga yang muncul pada waktu-waktu promosi tertentu yang dilakukan oleh peritel besar.Bisnis Ritel di Indonesia secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu, ritel modern dan ritel tradisional. Ritel modern sebenarnya merupakan pengembangan dari ritel tradisional, yang pada praktiknya mengaplikasikan konsep yang modern, pemanfaatan teknologi, dan mengakomodasi perkembangan gaya hidup di masyarakat (konsumen).

Jika kita menilik sejarah ritel modern di indonesia sebenarnya sudah di mulai dari tahun 1960-an. Pada saat itu sudah muncul department Store yang pertama yaitu SARINAH. Dalam kurun waktu lebih dari 15 tahun kemudian, bisnis ritel di Indonesia bisa dikatakan berkembang dalam level yang sangat rendah sekali. Hal ini bisa dikaitkan dengan kebijakan ekonomi Soeharto di awal masa pemerintahan orde baru, yang lebih banyak membangun investasi di bidang eksploitasi hasil alam (tambang & kayu), dibandingkan sektor usaha ritel barang dan jasa di masyarakat.

Awal tahun 1990-an merupakan titik awal perkembangan bisnis ritel di indonesia. Ditandai dengan mulai beroperasinya salah satu perusahaan ritel besar dari Jepang yaitu “SOGO”. Selanjutnya dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 99/1998, yang menghapuskan larangan investor dari luar untuk masuk ke dalam bisnis ritel di indonesia, perkembangannya menjadi semakin pesat.

Saat ini, muncul begitu banyak format modern ritel/market diantaranya adalah sbb:
1. Supermarket
2. Minimarket
3. Hypermarket
4. Specialty store/convinience store
5. Department Store

Modern market digambarkan secara sederhana sebagai suatu tempat menjual barang-barang makanan atau non makanan, barang jadi atau bahan olahan, kebutuhan harian atau lainnya yang menggunakan format self service dan menjalankan sistem swalayan yaitu konsumen membayar di kasir yang telah disediakan. Sehingga saat ini banyak orang cukup familiar dengan istilah “Pasar Swalayan”

Berdasarkan definisi yang tertuang dalam Keputusan Presiden RI No. 112/Th. 2007, dikatakan bahwa Format Pasar Swalayan dikategorikan sbb:
     1. Minimarket :
         – Produk dijual : kebutuhan rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian.
         – Jumlah produk : < 5000 item
         – Luas gerai : maks. 400m2
         – Area Parkir : terbatas
         – Potensi penjualan : maks. 200 juta

  1. Supermarket:
    – Produk dijual : kebutuhan rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian.
    – Jumlah produk : 5000-25000 item
    – Luas gerai : 400-5000m2
    – Area Parkir : sedang (memadai)
    – Potensi penjualan : 200 juta- 10 milliar
  2. Hypermarket:
    – Produk dijual : kebutuhan rumahtangga, makanan dan termasuk kebutuhan harian, textile, fashion, furniture, dll.
    – Jumlah produk : >25000 item
    – Luas gerai : > 5000 m2
    – Area Parkir : sangat besar
    – Potensi penjualan : > 10 milliar

Dalam 6 tahun terakhir, perkembangan ketiga format modern market di atas sangatlah tinggi. konsepnya yang modern, adanya sentuhan teknologi dan mampu memenuhi perkembangan gaya hidup konsumen telah memberikan nilai lebih dibandingkan dengan market tradisional.
Selain itu atmosfer belanja yang lebih bersih dan nyaman, semakin menarik konsumen dan dapat menciptakan budaya baru dalam berbelanja.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Media Data-APRINDO dalam rentang waktu 2004 s.d 2008 format minimarket memiliki rata-rata pertumbuhan turnover paling tinggi yaitu sebesar 38% per tahun, disusul kemudian oleh Hypermarket sebesar 21,5% dan supermarket yang hanya 6% per tahun. Tingginya pertumbuhan di format minimarket, ditandai dengan semakin ketatnya persaingan dalam ekspansi atau penambahan jumlah gerai dari dua pemain besar di dalamnya yaitu Indomart dan Alfamart.

Sedangkan dalam nilai turnover yang dapat dihasilkan, format hypermarket merupakan yang terbesar, seperti yang dicapai pada tahun 2008 yaitu sebesar: 41%. Sementara itu minimarket dengan 32%, dan terakhir supermarket dengan 26%. Dominasi market share oleh Hypermarket ini dimulai dari tahun 2005, yang mana sebelumnya dikuasai oleh Supermarket. Penurunan di Supermarket dinilai sebagai akibat dari semakin banyaknya penambahan gerai minimarket yang dapat memotong akses konsumen ke supermarket. Ditambah pula oleh semakin agresifnya Hypermarket dalam berbagai promosi yang kuat dan menarik. Serta kelengkapan produknya telah memberikan tempat tersendiri dimata konsumen.